Banten

Banyak Jalan Rusak dan Berlubang di Kota Serang Dikeluhkan Warga

BANTEN – Sejumlah ruas jalan di Kota Serang kondisinya rusak dan berlubang. Padahal ruas jalan tersebut menjadi akses utama mobilitas warga.

Beberapa ruas jalan yang terdapat kerusakan dan lubang warga di antaranya Jalan Walantaka, Jalan Kampung Sadik, Kecamatan Walantaka, yang baru dibeton sebagian namun masih menyisakan beberapa ratus meter jalan rusak.

Selain itu, Jalan Kampung Baru Indah, Panancangan Kecamatan Cipocok Jaya meski sudah diaspal, namun pengerjaannya tidak tersambung secara utuh dan menyisakan beberapa ratus meter yang rusak.

Kerusakan juga terjadi di Jalan Kesawon Kaligandu, Jalan Sempu Banten Girang, Jalan Dalung-Karundang, serta Jalan Ir Slamet Santoso, Kelurahan Gelam Kecamatan Cipocok Jaya.

Salah satu ruas jalan yang rusak berat

Salah seorang warga, Bintang Saputra, yang tinggal di sekitar Jalan Ir Slamet Santoso mengatakan, kerusakan jalan di lokasi tersebut sudah terjadi lebih dari satu tahun. Warga bahkan terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya.

“Sudah lebih dari setahun rusak. Warga sempat perbaiki pakai semen sendiri, tapi karena hujan jadi rusak lagi. Harusnya dicor biar kuat,” katanya, Selasa (06/01/2026).

Baca juga PSEL Jadi Dalih Pemkot Serang Kembali Kerja Sama Sampah dengan Tangsel

Menurutnya, warga juga kerap menguruk jalan berlubang menggunakan puing-puing bangunan. Namun, upaya tersebut hanya bersifat sementara karena kembali rusak dalam waktu singkat.

“Sudah sering diuruk sama warga pakai puing-puing, tapi tetap rusak lagi. Lampu penerangan juga seadanya dari warga,” ujarnya.

Bintang menuturkan, kondisi jalan yang rusak dan menanjak kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara perempuan.

“Kasihan, sering ada pengendara perempuan yang jatuh. Jalannya menanjak dan cukup ramai dilewati kendaraan, tapi sayang tidak pernah benar-benar diperbaiki,” tambahnya.

Berlubang Tanpa Perbaikan

Di tempat lain, warga di Jalan Kampung Sadik, Aminah mengatakan bahwa jalan tersebut sudah berlubang sejak tahun 2020. Akan tetapi, hingga saat ini tak seluruhnya ruas jalan diperbaiki meskipun sebagian besar telah dibeton.

Menurut dia, sesekali ruas jalan tersebut hanya ditambal menggunakan batu split yang dipadatkan. Sehingga cepat rusak kembali karena terkikis air hujan dan beban kendaraan.

“Tahun 2020 udah rusak ini. Paling ditambal pake tanah, batu dipadetin udah gitu doang,” katanya.

Jurnalis banteninside.co.id masih berupaya melakukan konfirmasi terhadap DPUPR Kota Serang, namun hingga kini belum mendapatkan respon. (ukt)

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button