Banten

Pertanyakan AMDAL, Warga Taktakan Kota Serang Tolak Kiriman Sampah Tangsel

BANTEN – Warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang menolak kerja sama pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Salah seorang warga Taktakan, Tabrani, mempertanyakan dasar kerja sama pengelolaan sampah tersebut. Menurutnya, setiap perjanjian kerja sama (PKS) seharusnya didahului kajian lingkungan yang transparan dan berpihak pada masyarakat.

“Sebelum terjadinya PKS harusnya ada AMDAL. Dikaji dulu, menguntungkan atau tidak buat masyarakat,” tegasnya di halaman kantor Kecamatan Taktakan, Selasa (06/01/2026).

Baca juga Sampah Tangsel Mulai Masuk TPSA Cilowong Kota Serang, Budi Ingin Tak Diganggu

Tabrani menegaskan, wilayah Taktakan memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga lingkungan Kota Serang. Menurutnya, rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan kerja sama pengelolaan sampah dengan daerah lain hanya akan merusak hutan yang ada di Kecamatan Taktakan.

“Taktakan ini paru-paru Kota Serang. Apalagi ada PSEL. Kalau ini dipaksakan tanpa kajian jelas, kami akan demo lagi,” tegasnya.

Penolakan serupa juga disampaikan warga lainnya, Ela. Ia mengaku kecewa terhadap Pemkot Serang karena tidak melibatkan masyarakat dalam pengambilan kebijakan tersebut.

“Intinya kita kecewa sama pemimpin Kota Serang. Sebagai warga Taktakan, kami menolak dan tidak mau menerima kiriman sampah,” ujar Ela.

Ela mengungkapkan, pengalaman sebelumnya pada kurun waktu 2021-2023 dengan Tangerang Selatan menunjukkan dampak buruk dari kiriman sampah, terutama bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga.

“Sudah pernah waktu itu baunya parah banget. Nggak nyaman. Terus masyarakat yang mana yang menyetujui? Sampai sekarang kami tidak pernah dikasih jawaban,” katanya.

Menurutnya, warga mengetahui adanya kerja sama tersebut secara tiba-tiba tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu.

“Tidak ada sosialisasi, tahu-tahu sudah kerja sama. Gimana nasib warga ke depan? Kesimpulannya, kami menolak,” pungkasnya. (ukt)

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button