Diprediksi Masuk Musim Kemarau, Banten Malah Diguyur Hujan, Ini Kata BMKG

BANTEN – Meski secara kalender klimatologi mulai memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Banten masih diguyur hujan deras, terutama pada sore hingga malam hari. BMKG menyebut kondisi ini merupakan bagian dari masa peralihan musim atau pancaroba dari musim hujan ke kemarau.
Ketua Bidang Meteorologi dan Klimatologi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Banten, Nely Ramah Kurniawati mengatakan, fenomena cuaca tersebut dipicu oleh pemanasan permukaan yang cukup kuat di siang hari, sementara kelembapan udara masih tergolong tinggi, berkisar antara 60 hingga 95 persen.
“Pada pagi hingga siang hari, tutupan awan relatif minim sehingga radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi dan meningkatkan suhu udara secara signifikan,” ujar Nely saat diwawancarai, Senin (06/04/2026).
Namun, kata Nely, kondisi panas terik tersebut justru menjadi pemicu terbentuknya hujan pada sore hari. Suhu yang tinggi menyebabkan penguapan air secara intensif, sehingga massa udara hangat dan lembap naik ke atmosfer.
“Proses konveksi ini kemudian membentuk awan cumulonimbus yang berpotensi menurunkan hujan lebat, disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari,” jelasnya.
Baca juga Manajemen Talenta Sekadar Jargon?
Nely menyebutkan bahwa kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama masa transisi menuju musim kemarau, yakni dari April hingga awal Juni 2026. Secara bertahap, wilayah Banten diprediksi mulai memasuki musim kemarau sejak akhir Maret hingga Juni.
Sementara itu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Pada tahun ini, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kemarau yang lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino.
“Masyarakat diimbau untuk tetap siaga terhadap dampak cuaca tidak menentu ini, terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Pandeglang dan Lebak,” katanya.
Dalam situasi cuaca yang tidak menentu ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan seperti Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir lintasan, angin kencang, dan sambaran petir dapat terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau dengan menghemat penggunaan air bersih serta mewaspadai potensi kekeringan dan kebakaran lahan dalam beberapa bulan ke depan.
“Untuk memantau kondisi terkini di wilayah anda, anda dapat mengecek prakiraan cuaca Provinsi Banten di medsos @bmkgwilayah2 secara berkala,” imbuhnya.(ukt)






