Kepala BMKG : Hujan Lebat Banten Masih Berlanjut

BANTEN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Banten masih berada pada puncak musim hujan, sehingga potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi secara berulang hingga Maret 2026.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Banten, Hartanto mengatakan, musim hujan di Banten secara umum berlangsung hingga Maret. Saat ini, kondisi atmosfer masih mencerminkan fase puncak musim hujan yang ditandai dengan cuaca yang cenderung tidak stabil.
“Musim hujannya sampai Maret, kalau sekarang ini masih puncak musim hujan jadi kondisi cuacanya berpotensi kadang kala tidak stabil,” ujar Hartanto melalui sambungan telepon, Selasa (13/01/2026).
Menurut Hartanto, hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir masih akan berulang, meskipun intensitasnya mulai menunjukkan tren penurunan dalam waktu dekat.
“Hujan seperti ini masih berulang kembali, tapi yang hari ini sampai besok sudah mulai menurun,” katanya.
Baca juga Kawasan Royal Baroe Kota Serang Tergenang Banjir
Hartanto menambahkan, hujan tidak akan berlangsung terus-menerus tanpa jeda hingga Maret. Pola musim hujan tetap memiliki fase melandai sebelum kembali meningkat.
“Memang musim hujan itu ada pola-pola, beberapa hari ke depan juga akan melandai dulu, kemudian berpotensi bisa tinggi lagi,” ujarnya.
Meski demikian, kata Hartanto, peluang hujan dengan intensitas lebih tinggi belum sepenuhnya mereda. Selama masih berada di puncak musim hujan, potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat, tetap terbuka.
“Puncak musim hujan itu ditandai dengan curah hujan tertinggi dalam periode tiga dasarian,” jelasnya.
Berdasarkan analisis iklim BMKG, puncak musim hujan di Banten umumnya terjadi pada Januari hingga Februari. Namun, variasi karakter musim membuat sebagian wilayah mengalami puncak hujan lebih awal. Ia mencontohkan wilayah Serang yang secara klimatologis puncak hujannya dapat terjadi pada Desember.
Untuk wilayah dengan potensi hujan berintensitas tinggi, BMKG mencatat Kabupaten Lebak dan Pandeglang sebagai daerah yang lebih dominan. Meski demikian, seluruh wilayah Banten masih berpeluang diguyur hujan hingga akhir Januari.
“Untuk wilayah Banten masih berpeluang semua sampai akhir bulan ini,” ujarnya.
Memasuki April, ungkap Hartanto, pola cuaca diperkirakan mulai berubah seiring berakhirnya musim hujan. Setelah Maret, Banten akan berangsur memasuki musim kemarau, meskipun hujan belum sepenuhnya hilang.
“Setelah Maret itu sudah mulai memasuki musim kemarau, walaupun musim kemarau tapi pola hujannya sudah mulai menurun atau kurang dari 50 milimeter dalam 10 hari,” tuturnya.
Berdasarkan laman resmi BMKG, diprediksi seluruh wilayah di Banten akan mengalami hujan ringan secara merata dengan suhu berkisar 21–29 derajat Celsius serta tingkat kelembapan yang relatif tinggi hingga sepekan ke depan. Pada pertengahan pekan, cuaca berawan hingga hujan ringan masih akan mendominasi kawasan perkotaan. (ukt)
ji





