Sering Terendam Banjir, Disdikbud Kota Serang Kaji Penggabungan SDN Pamarican 1 dan 2

BANTEN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang kini tengah mengkaji rencana penggabungan (merger) SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 sebagai solusi jangka menengah karena sering terendam banjir.
Kepala Disdikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, kedua sekolah tersebut hampir setiap tahun terdampak banjir, sehingga kerap mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Untuk SDN Pamarican, kondisinya memang cukup sulit karena lokasinya berada di belakang rawa. Saat hujan dengan intensitas tinggi, genangan air biasanya lebih lama surut dan berdampak pada aktivitas KBM,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (09/01/2026).
Lihat juga Dua Sekolah Dasar Negeri di Kota Serang Lumpuh Akibat Banjir
Menurut Nuri, kondisi tersebut membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka tidak selalu bisa berjalan normal. Dalam beberapa kejadian banjir sebelumnya, KBM terpaksa dialihkan ke sistem daring maupun skema pembelajaran alternatif.
Berdasarkan data, SDN Pamarican 1 memiliki 198 siswa, sedangkan SDN Pamarican 2 sebanyak 234 siswa. Dengan jumlah siswa tersebut, penggabungan dinilai berpotensi membuat proses KBM lebih efektif dan terpusat, sekaligus mengurangi dampak gangguan akibat banjir yang berulang.
“Kalau digabung, jumlah siswanya sekitar 400 orang. Itu yang sedang kami kaji, supaya KBM bisa lebih efektif dan tidak terlalu terdampak kondisi banjir seperti sekarang,” ujarnya.
Selain rencana penggabungan, kata Nuri, Disdikbud Kota Serang juga menyiapkan opsi lain seperti relokasi sementara pembelajaran ke sekolah terdekat apabila banjir kembali terjadi. Di sisi lain, upaya normalisasi saluran air di sekitar sekolah juga terus dilakukan, disertai rencana pembangunan yang telah dianggarkan melalui mekanisme lelang.
Meski demikian, Nuri menegaskan bahwa rencana penggabungan SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 masih dalam tahap kajian internal dan belum diputuskan secara final.
“Hasil kajian dari Dinas Pendidikan akan kami sampaikan terlebih dahulu sebelum ada keputusan resmi terkait merger sekolah,” pungkasnya. (ukt)




