Banten

Serangan Terhadap Andrie Yunus Dinilai Ancaman Bagi Demokrasi

BANTEN – Koordinator Umum Komunitas Soedirman30 (KMS30), Tarpi Setiawan, menilai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan ancaman serius bagi demokrasi dan kebebasan sipil.

Menurut Tarpi, peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa, melainkan bentuk teror terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia.

“Kami mahasiswa di Banten memandang bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk teror politik terhadap pembela HAM. Ini bukan kriminalitas biasa, melainkan serangan terhadap kebebasan sipil dan hak warga negara untuk mengkritik kekuasaan,” ujarnya, Senin (16/03/2026).

Ia menegaskan, apabila seorang aktivis diserang karena menyuarakan kritik, maka yang sesungguhnya sedang diserang adalah demokrasi itu sendiri.

Baca juga Kenakan Inflasi Terus Menjepit Petani

Tarpi menilai, negara terlihat kuat ketika berhadapan dengan rakyat kecil yang kritis terhadap pemerintah. Namun tampak lemah ketika harus melindungi mereka yang memperjuangkan kepentingan publik.
Menurutnya, negara harus mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke aktor intelektual di balik serangan tersebut.

“Jika kasus ini tidak diusut hingga ke aktor intelektualnya, maka menurut keyakinan kami negara gagal dalam menegakkan hukum sekaligus melindungi demokrasi,” tegasnya.

Tarpi menjelaskan, peristiwa ini menjadi alarm serius bagi mahasiswa dan aktivis di Banten agar tetap menjaga tradisi kritik dalam kehidupan berbangsa. Dia juga mengingatkan bahwa kritik terhadap negara merupakan bagian dari tradisi intelektual dalam sejarah perjuangan bangsa. Tokoh-tokoh seperti Tan Malaka, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir pernah mengkritik Soekarno ketika mereka menilai ada kebijakan atau arah politik yang perlu diperbaiki.

“Kritik terhadap negara justru merupakan bentuk kecintaan warga terhadap Republik Indonesia. Tanpa kritik, kekuasaan akan kehilangan kontrol, dan tanpa kontrol demokrasi hanya akan menjadi formalitas,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa dan masyarakat sipil untuk terus menyuarakan kritik dan menjaga kehidupan demokrasi.

“Suara-suara perjuangan harus terus digaungkan demi menjaga demokrasi di negeri ini,” pungkasnya. (ukt)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button