Banten

Solusi Pemprov Banten Tangani Darurat Sampah Cuma dengan “Jumsih”

BANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjadikan program Jumat Bersih (Jumsih) sebagai andalan untuk penanganan darurat sampah. Ini dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam program Gerakan Asri.

Berdasarkan pantauan di beberapa lokasi tempat pembuangan sampah sementara di Kota Serang, seperti di Kaligandu, Panancangan, dan Kepandean, sampah-sampah yang diangkut dari rumah warga tidak dilakukan pemilahan, sehingga sampah organik dan anorganik tercampur begitu saja.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten Wawan Gunawan mengatakan, penanganan sampah di Banten difokuskan melalui program Jumsih yang dilaksanakan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca juga Bupati Serang Sebut Ada Darurat Kenakalan Remaja

Kebijakan tersebut merujuk pada instruksi gubernur dan surat edaran sebagai tindak lanjut arahan presiden terkait program Gerakan Asri.

“Kami sudah melakukan sesuai instruksi gubernur ada yang namanya Jumsih,” katanya melalui sambungan telepon, Senin (30/03/2026).

Wawan menuturkan, Pemprov Banten telah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk melaksanakan program Jumsih. Itu untuk mengatasi sampah yang berceceran di jalan.

“Kan kita sudah mengeluarkan instruksi agar melakukan Jumsih. Kalau Pemprov sesuai edaran setiap OPD sudah (melakukan),” ungkapnya.

Menurut Wawan, Pemprov Banten tidak memiliki rencana untuk membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional.

Karena saat ini, Pemprov Banten tengah menyiapkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk wilayah Tangerang Raya dan Serang Raya.

“Sekarang ada PSEL juga, biaya untuk PSEL cukup besar juga sampai Rp1 triliun untuk satu PSEL,” jelasnya.

Melalui program Jumsih, Pemprov Banten berharap dapat mengurangi sampah yang berserakan, sembari menunggu realisasi pembangunan infrastruktur pengolahan sampah yang lebih komprehensif.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Provinsi Banten menghasilkan sekitar 8.126 ton sampah per hari. Namun dari jumlah itu, hanya sekitar 13,4 persen atau 1.092 ton yang benar-benar dikelola dengan baik. Sisanya, 46,4 persen (3.771 ton) hanya ditimbun di TPA yang sebagian besar masih dengan metode open dumping, dan 40,2 persen (3.263 ton) bahkan tidak terkelola sama sekali, melainkan dibakar atau dibuang langsung ke lingkungan. (ukt)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button