Banten

Mahasiswa Untirta Rekam Dosen di Toilet Kampus

BANTEN – Seorang mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Unitra), Moch. Zidan, diduga melakukan tindakan mengintip dan merekam seorang dosen di toilet kampus. Perbuatannya diketahui oleh korban dan pelaku langsung ditangkap.

Presiden Mahasiswa Untirta, Muhammad Ridham, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (01/04/2026) sekitar pukul 12.55 WIB di Kampus Pakupatan Untirta.

“Oknum ini memvideokan di sela-sela kamar mandi, dan korban (dosen) melihat terus langsung dicegat ditangkap,” kata Ridham kepada banteninside, Kamis (02/04/2026).

Baca juga Kejari Serang Hentikan Kasus Kecelakaan yang Libatkan Mahasiswi Untirta Resmi Dihentikan

Menurut Ridham, pelaku sempat mencoba melarikan diri dan mengaku bukan mahasiswa Untirta. Namun, teriakan korban yang meminta pertolongan membuat mahasiswa lain serta petugas keamanan datang dan membantu mengamankan pelaku.

Saat penangkapan, ponsel pribadi pelaku turut diamankan. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa pelaku juga merekam video terhadap korban lain, yang sebagian di antaranya merupakan mahasiswa Untirta.

“Setelah dibuka hp-nya ternyata banyak dokumen dan video yang mirip dan persis seperti yang dilakuin dia hari itu,” ungkapnya.

Ridham mengungkapkan, usai peristiwa itu, pada sore harinya ada pertemuan antara perwakilan kampus, orang tua pelaku dan Satgas PPKS (Satuan Tugas Pencegana dan Penanganan Kekerasan Seksual) Untirta telah ikut menanggapi kasus tersebut.

Ridham menuturkan, BEM Untirta juga mendesak agar penanganan kasus kekerasan seksual seperti ini bisa diselesaikan dengan transparan dan menunjung keadilan serta perlindungan bagi korban. Ia menyerukan agar setiap korban berani bersuara dan kampus berpihak pada korban.

Meski tidak berkaitan langsung, Ridham turut mengkritik fasilitas toilet di Kampus Pakupatan yang belum dipisahkan. Saat ini hanya tersedia satu jenis toilet yang digunakan bersama oleh laki-laki dan perempuan. Ia berharap pihak kampus memberi perhatian agar ke depan terdapat pemisahan yang jelas antara toilet perempuan dan laki-laki.

“Kalau ngomongin Kampus Pakupatan minim lah atas akses karena kamar mandi yang di Pakupatan itu dicampur antara cewe dan cowo. Itu perlu diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untirta dalam akun instagramnya juga telah memberikan pernyataan sikap karena salah satu sivitasnya menjadi korban. Dalam pernyataan sikap itu, FISIP mengecam keras tindakan pelaku dan mendesak agar pelaku ditindak tegas tanpa pengecualian sesuai aturan yang berlaku.

FISIP juga menyatakan keberpihakan penuh kepada korban serta mendesak keamanan, kenyamanan, dan pemulihan korban diakomodir menjadi prioritas utama.

“Kami percaya bahwa lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi selirih civitas akademika. Oleh karena itu kami mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama membangun kesadaran, mencegah segala bentuk pelecehan, serta menciptakan budata saling menghormati,” tulis FISIP Untirta dalam akun instagram @fisipuntirta_.

Jurnalis banteninside telah berupaya menghubungi Ketua Satgas PPKS Untirta, Muhammad Uut Lutfi untuk menanyakan respon kampus dan penanganan dari satgas. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum merespons. (ukt)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button