Banten

Cegah Buruh Terjerat Judol dan Pinjol, Polda Banten Gandeng SPSI Perkuat Literasi Digital

BANTEN – Kepolisian Daerah (Polda) Banten resmi menjalin kolaborasi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Banten. Langkah strategis ini diambil guna melindungi kalangan buruh dari ancaman kejahatan siber, khususnya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal, melalui penguatan literasi digital.

​Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Andi Setio Wibowo, mengatakan kolaborasi edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para pengurus serikat pekerja.

Harapannya, mereka mampu mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan di dunia maya yang makin marak.

​”Banyak kejahatan siber mulai dari phishing, akun palsu, pinjaman online ilegal, judi online, hingga penyebaran hoaks. Melalui kegiatan ini, kami berharap rekan-rekan serikat bisa menjadi agen literasi digital bagi keluarga, masyarakat, dan teman-teman di lingkungan perusahaannya,” ujar Andi di Serang, Kamis.

​Andi menjelaskan, di era serba digital seperti saat ini, seluruh lapisan masyarakat yang menggunakan gawai dan media sosial sangat rentan menjadi korban kejahatan siber tanpa memandang latar belakang profesi.

Oleh karena itu, selain penindakan hukum secara tegas, langkah mitigasi dan pencegahan bersama menjadi kunci utama.

​Inisiatif kepolisian ini disambut positif oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP) SPSI Banten, Imam Baihaqi. Menurutnya, edukasi ini sangat krusial demi menjaga kesejahteraan para pekerja dari ancaman ekonomi tak kasat mata.

​Imam membeberkan fakta miris bahwa dampak buruk judol dan pinjol ilegal sudah memakan banyak korban di kalangan buruh. Ia menyebut, ada sejumlah pekerja di wilayah Cilegon dan Tangerang yang terpaksa mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat lilitan utang bernilai miliaran rupiah yang berawal dari judi daring.

​”Pihak penagih sering menelepon ke perusahaan dan hal itu bukan tanggung jawab perusahaan. Akibatnya pekerja di-PHK, kinerjanya menurun, dan penghasilan untuk keluarga pun berkurang drastis,” ungkap Imam.

​Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi ini, Imam menegaskan komitmen organisasinya untuk proaktif melindungi para anggotanya agar tidak ada lagi buruh yang terjerumus ke lubang yang sama.

​”Penguatan sumber daya manusia ini sangat penting. Kami akan menjadikan diri kami di organisasi sebagai agen literasi terlebih dahulu, untuk kemudian disebarkan edukasinya kepada keluarga dan teman-teman pekerja lainnya,” pungkasnya. (ukt)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button