Dinas Pertanian Sebut Banten Masih Bergantung Pasokan Hewan Kurban dari Luar Daerah

BANTEN – Menjelang Idul Adha 2026, Pemerintah Provinsi Banten mencatat hampir 80 persen kebutuhan hewan kurban harus didatangkan dari luar provinsi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Provinsi Banten, Ari Mardiana, mengatakan, produksi lokal hanya mampu memenuhi sekitar 19 persen dari total estimasi kebutuhan, yang mencapai 63.171 ekor hewan.
“Impor, dalam artian dari luar Banten, ya, bukan dari luar negeri. Selama ini, Banten hanya bisa memenuhi sekitar 19 persen dari total hewan kurban,” kata Ari, Rabu (13/05/2026).
Lihat juga Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Dinkes Banten Perketat Pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta
Data Dinas Pertanian menunjukkan, estimasi kebutuhan hewan kurban di Banten meningkat sekitar tiga persen dibanding tahun lalu. Dari total 63.171 ekor, hanya 11.969 ekor yang diproduksi lokal.
Menurut Ari, selama ini Banten memang daerah konsumsi bukan daerah produksi sehingga masih mendatangkan sapi, domba, dan kambing dari luar Banten untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kerbau, yang jumlahnya relatif kecil, masih bisa ditutupi oleh produksi lokal.
“Minat berternak untuk Banten itu masih sedikit ya, meski potensi ada, terutama di wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang. Namun, karena minatnya masih terbatas, kami hanya mampu menyediakan segitu,” ujarnya.
Kendala lain muncul dari pemotongan hewan betina produktif di tingkat rumahan, yang berdampak pada ketersediaan ternak.
Meskipun pemerintah telah menyosialisasikan agar sapi betina produktif tidak dipotong untuk menjaga regenerasi, Ari Mardiana menyebut kenyataannya di lapangan lebih rumit. Banyak peternak terpaksa memotong ternak mereka karena kebutuhan mendesak.
“Butuh buat anak sekolah atau buat apa, nah jadinya ya mereka potong juga ya. banyak alasannya salah satunya itu,” ungkapnya. (ukt)






