Cuaca Terik, BMKG Prediksi Banten Masuki Musim Kemarau Akhir Maret 2026
BANTEN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa cuaca terik yang terjadi belakangan ini karena Provinsi Banten telah memasuki masa transisi (pancaroba) menuju musim kemarau.
Ketua Bidang Meteorologi dan Klimatologi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Banten, Nely Ramah Kurniawati mengatakan, berdasarkan data sinoptik, suhu udara di wilayah Banten khususnya Tangerang dan Serang tercatat berkisar antara 33°C hingga 34°C. Mengingat matahari saat ini berada di sekitar garis ekuator (menuju titik Equinox), intensitas radiasi yang diterima permukaan bumi di wilayah Banten menjadi sangat tinggi.
Secara umum, kata Nely, kondisi atmosfer di wilayah Banten saat ini terpantau relatif stabil. Hal ini disebabkan oleh minimnya aktivitas pertumbuhan awan hujan (konvektif) yang signifikan di sebagian besar wilayah, terutama di zona utara dan tengah.
“Mengenai cuaca terik yang dirasakan masyarakat, hal ini merupakan karakteristik dari masa transisi (pancaroba) menuju musim kemarau,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (13/03/2026).
Menurut Nely, dinamika ini menjadi indikator awal memasuki musim kemarau yang diprakirakan akan mulai masuk secara bertahap. Dimulai dari wilayah utara pada akhir Maret, kemudian meluas ke wilayah lainnya hingga sekitar Mei–Juni 2026.
Nely mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di bawah terik matahari secara langsung pada 11.00 – 15.00 WIB. Mencukupi kebutuhan asupan cairan untuk menjaga hidrasi tubuh. Serta waspada terhadap potensi kebakaran lahan/hutan di area vegetasi yang mulai mengering.
“Di sela-sela cuaca terik, masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi hujan lebat durasi singkat yang disertai kilat/petir dan angin kencang,” imbuhnya. (ukt)





